gw ngerasa dia terlalu baik buat gw.
kenapa dia ga nyari orang lain buat dia sayangin?
kenapa harus gw?"
kira-kira inilah yang dikatakan seorang gadis pada sahabatnya
ketika ia mempertanyakan alasan
mengapa ada seorang pemuda yang menurutnya terlalu baik untuknya
mau mencintainya.
mengapa dia bisa mencintaiku?
ketika kita mempertanyakan hal ini, sama halnya dengan kita memepertanyakan kenapa Tuhan begitu baik pada manusia yang berdosa?
kadang kita tidak butuh alasan untuk melakukan sesuatu, terutama untuk mencintai.

Cinta pada dasarnya adalah suatu perasaan yang tulus.
ketulusan cinta tidak membutuhkan alasan.
cinta adalah perasaan tanpa syarat,
inilah yang mendasari mengapa orang tidak butuh alasan untuk sebuah cinta.

mungkin masih ada yang menganjal, "kalo ga butuh alesan, kenapa kita bikin kriteria?
bukannya kriteria ini adalah alesan kenapa kita bisa suka sama si A ato si B?"


memang benar, tiap orang mencari kesempurnaan,
itu sebabnya mereka terkadang membuat kriteria. namun kita tidak boleh menutup mata kita.
cek lagi berapa kali anda pacaran, dan apabila di cek lebih dalam lagi apakah tiap pacar anda sudah sesuai dengan kriteria anda
bisa pastikan jawabannya tidak.
lantas kenapa kita masih bisa jatuh cinta pada dia?
semakin dicari alasannya,
saya rasa semakin tidak akan ketemu jawabnya.
cinta tidak butuh alasan untuk dilakukan.
cinta tidak butuh dipertanyakan.
ketika kita memiliki alasan mencintai seseorang,
sebaiknya kita cek lagi apakah itu benar-benar cinta?
apakah itu bukan nafsu kita atau alasan kita untuk melarikan diri?
seorang teman berkata
"Cinta itu bukan karena, namun sekalipun".
bukan karena kamu sempurna maka aku mencintaimu, namun sekalipun kau penuh kekurangan, aku kan tetap mencintaimu.
cinta yang tulus tidak butuh alasan.
cinta yang tulus hanya perlu dijalani.
sebab hakekat cinta sejati bukan mencari orang yang tepat namun kita hanya perlu belajar bagaimana menjadi orang yang tepat.
permasalahannya apakah kita mau belajar menjadi orang yang tepat?
itulah mengapa terkadang ketika kita bertanya mengapa dia memilihku, aku bukan orang yang tepat.
nyatanya tidak ada orang yang tepat, namun bagaimana menjadi orang yang tepat.


sekarang renungkan lagi,
perlukah kamu bertanya mengapa dia mencintai saya?
saya yakin hanya Sang Pemberi Cinta yang tahu alasannya
jadi apakah sekarang semua butuh alasan?
menurut saya bahkan sebuah cinta tak butuh itu
~dc~
